Masih Ada Harapan Terang untuk Jakarta

Banjir, macet, kriminalitas memang masih terus menghantui Jakarta setahun ini. Sisi gelap Jakarta tersebut tidak secara instan bisa disulap hilang. Sebaliknya sisi terang mulai muncul. Taman-PKL-permukiman padat-trotoar, perlahan tertata. Sisi terang inilah yang memberi harapan pada masyarakat pada terwujudnya ‘Jakarta Baru’.

Oleh : M. Puteri Rosalina

Masalah banjir, macet, kriminalitas, sampah bahkan ketersediaan air baku bukan saja menjadi milik kota Jakarta. Kota besar lain di Indonesia bahkan dunia pun juga mengalami hal yang sama. Semuanya muncul karena ekses dari peningkatan jumlah penduduk akibat proses urbanisasi.

                Mengatasi masalah Jakarta tidak mudah mengingat semuanya sudah telanjur mengakar. Banjir misalnya, sudah sejak jaman Belanda, Jakarta selalu kebanjiran saat musim hujan. Kondisi bentang alam Jakarta yang terletak di dataran rendah, berhadapan dengan laut, serta dialiri 13 sungai menakdirkan kota ini selalu banjir. Tidak hanya faktor alam, perilaku warganya yang merusak lingkungan dengan membuang sampah ke sungai, serta membangun di daerah tangkapan air, semakin memperburuk kondisi.

Namun bukan berarti pemerintah dari dulu sampai sekarang tinggal diam. Berbagai proyek telah digulirkan untuk mengatasi banjir Jakarta. Namun, proyek-proyek tersebut sifatnya tambal sulam saja, hanya serius dilakukan setelah banjir besar terjadi, bahkan tidak menangani banjir dari akar persoalan yaitu mengurangi air larian di hulu daerah aliran sungai.

                Berbeda dengan banjir, kemacetan baru muncul sekitar tahun 1990-an ketika penggunaan kendaran pribadi semakin meningkat. Sejumlah penanganan macet sejak kepemimpinan Wiyogo Atmodarminto sudah ada. Salah satu yang masih berlaku sampai sekarang adalah kebijakan pembatasan penumpang three in one di beberapa ruas jalan. Upaya lain yang terus dilakukan adalah pembangunan jalan baik landed, fly over, sampai underpass. Tapi tetap saja problem transportasi tersebut belum selesai.

                Kondisi banjir dan macet yang masih berlangsung sampai sekarang tergambar dalam hasil Survei Evaluasi Setahun Kinerja Gubernur Jakarta. Publik menilai kondisi transportasi, lingkungan hidup dan keamanan cukup buruk yang diwakili oleh nilai lima.

Akan tetapi bukan berarti Jokowi-Ahok selama setahun ini tidak melakukan perbaikan dalam tiga bidang tersebut. Transportasi misalnya, Jokowi lebih fokus pada pengembangan moda transportasi umum massal untuk mengurangi kemacetan. Sejumlah armada bus kecil/besar dan bus Transjakarta telah dipesan untuk menambah armada. Namun karena terkendala anggaran, pesanan datang terlambat. Selain itu juga merevitalisasi angkutan umum baik kondisi fisik armada sampai perbaikan manajemen. Rencana pembangunan monorel/MRT yang sempat ’mati suri’ bertahun-tahun dihidupkan kembali.

                Sejumlah tindakan penanganan banjir, macet, dan keamanan yang telah dilakukan memang tidak serta menghilangkan masalah. Setidaknya butuh proses lebih dari lima tahun untuk bisa menanggulanginya.

                Nilai merah pada tiga bidang tersebut tidak memengaruhi penilaian publik pada seluruh kondisi Jakarta. Indeks penilaian kondisi Jakarta berkisar pada angka 6 yang berarti baik. Meski bukan angka yang ‘briliant’ tapi sudah menunjukkan ada perubahan di Jakarta.

                Perubahan itu nyata dan memberi harapan baru bahwa semua masalah Jakarta akan sirna. Sejak dilantik setahun yang lalu, Jokowi-Ahok selalu memunculkan gebrakan-gebrakan baru yang terkadang melahirkan pro-kontra di masyarakat.

Terakhir yang kontroversial adalah penataan PKL di Tanah Abang. Dari dulu masyarakat dan pemerintah sudah pasrah kondisi Tanah Abang yang selalu ruwet dan macet. Akan tetapi Agustus lalu, ada perubahan besar terjadi. Sejak itu, tidak ditemukan lagi keruwetan dan kemacetan di Tanah Abang. Publik menilai cukup puas (nilai 7) dengan kebijakan penataan PKL Tanah Abang.

Tidak hanya Tanah Abang, gebrakan-gebrakan lain yang mengubah wajah Jakarta melahirkan pujian pada kondisi Jakarta. “Jakarta sekarang lebih baik-lebih indah-lebih rapi,” kata Agus seorang tukang ojek yang beroperasi di Stasiun Tanah Abang. “Ada kemajuan signifikan dari Jakarta,” sebut Iswandono yang sudah 38 Tahun tinggal di Jakarta.

                Sebenarnya yang dilakukan pemimpin baru Jakarta tersebut bukanlah hal yang besar dan baru. Jokowi dalam sebuah wawancara di televisi menyebutkan ingin menjadikan Jakarta sebagai kota modern yang tertata rapi dan manusiawi.

Keinginan menjadikan Jakarta sebagai kota yang manusiawi tersebut diturunkan ke dalam sembilan program kerja unggulan : pengembangan angkutan umum massal, pengendalian banjir, perumahan rakyat dan penataan kampung, pengembangan RTH, penataan PKL, pengembangan pendidikan, kesehatan, budaya, serta pelayanan publik.

                Program unggulan tersebut sebenarnya bukan program baru. Jokowi hanya meneruskan kebijakan gubernur-gubernur sebelumnya. Seperti upaya penanganan banjir dengan normalisasi sungai, pembangunan polder, revitalisasi situ, serta pengembangan kapasitas sungai dan drainase. Dulu, program tersebut tidak pernah dituntaskan pelaksanaannya. Atau bahkan hanya berhenti pada keluarnya sebuah produk hukum tanpa realisasi yang tegas.

Pelaksanaan Kebijakan

Sejumlah kebijakan mulai dilaksanakan dan diterapkan dalam setahun kepemimpinannya. Jokowi-Ahok memang belum menuntaskan semua masalah yang ada tapi mencoba untuk melaksanakan 9 program tersebut secara bersamaan.

Perumahan rakyat, misalnya. Pada beberapa segmen telah menunjukkan hasil dengan pembangunan kampung deret di Tanah Tinggi, relokasi penduduk di bantaran sungai/rel KA ke sejumlah rusun yang tadinya tidak terpakai, sampai proses pembangunan rusun baru. Pengembangan pendidikan-kesehatan dengan meluncurkan program Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar. Meski dalam pelaksanaannya masih banyak kendala.

Hasil kerja nyata tersebut juga dinilai positif oleh publik. Nilai indikator perumahan yang pada evaluasi 100 hari kinerja masih mendapat nilai 5, setahun kemudian naik menjadi 6, yang berarti membaik.

 

Apresiasi Positif

Sisi buruk Jakarta memang masih ada, tapi masyarakat mengapresiasi positif apa yang telah dilakukan gubernur-wabub selama setahun ini. Apresiasi tersebut ditunjukkan dalam penilaian dengan skala 6 sampai 8 pada masing-masing indikator. Masyarakat cukup puas dengan apa yang telah dilakukan Jokowi setahun ini.

                Apresiasi bagus dari masyarakat tidak otomatis diikuti oleh keyakinan dengan kinerja seorang pemimpin wilayah. Banyak kasus terjadi setelah mendapat pujian dari masyarakat, pemimpin akan terlena dan kinerjanya menurun. Kali ini berbeda, publik Jakarta cukup yakin dengan kepemimpinan Jokowi-Ahok yang ditunjukkan dengan nilai 7.

                Jokowi-Ahok tidak boleh terlena dengan apa yang telah dilakukannya setahun ini. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan karena selama ini hanya menyentuh permukaan masalah dan dalam skala kecil saja. Jangan sampai merusak harapan Ciko (36), warga yang setiap harinya menempuh kemacetan Bekasi-Rawamangun. ”Semoga kemacetan ini bisa terpecahkan tak berapa lama lagi”.

 

 

 

 

PENILAIAN KEPUASAN dan HARAPAN terhadap

SATU TAHUN KEPEMIMPINAN GUBERNUR DKI JAKARTA

INDIKATOR

 KONDISI JAKARTA

KEPUASAN

HARAPAN

Lingkungan Hidup

5.96

6.41

7.61

Air bersih

6.86

7.00

7.48

Pendidikan

7.25

7.55

8.00

Kesehatan

6.97

7.32

7.67

Relasi Sosial

7.56

7.66

Text Box: Keterangan :<br /><br />
Penilaian kondisi saat ini : 1 sangat buruk ; 10 sangat baik<br /><br />
Penilaian kepuasan kinerja : 1 sangat tidak puas ; 10 sangat puas<br /><br />
Penilaian harapan kinerja : 1 sangat tidak yakin ; 10 sangat yakin</p><br />
<p>7.68

Ekonomi

6.05

6.47

7.11

Perumahan

6.00

6.75

7.35

Infrastruktur

6.21

6.55

7.44

Transportasi Publik

5.74

6.02

7.29

Keamanan

5.08

5.55

6.89

Birokrasi

6.91

7.19

7.56

Pelayanan Listrik

7.18

8.63

7.56

Sarana Wisata

6.71

7.73

7.50

Total Penilaian

6.50

6.99

7.47

Metode Survei :

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka diselenggarakan LItbang Kompas pada …… Sebanyak 596 responden berusia 17 tahun dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari daftar pemilih tetap pada Pilkada Gubernur Jakarta 2012. Responden berdomisili di Jakarta. Menggunakan metode ini pada tingkat kepercayaan 95 persen, nirpencuplikan penelitian ± 4 persen. Meski demikan, kesalahan di luar pencuplikan dimungkinkan terjadi. Hasil skor penilaian warga merupakan skor rata-rata 13 aspek persoalan yang dihimpun dari 47 sub indikator persoalan

 

PROGRAM KERJA PEMPROV DKI JAKARTA

Program

Sejumlah Kebijakan

1.    Pengembangan Sistem angkutan umum massal

Peremajaan bus sedang dengan pola hibah dan subsidi, penambahan armada bus& bus transjakarta, pembangunan koridor XIII bus transjakarta, penertiban parkir, Rencana penerapan ERP, transportasi air di Marunda, pembangunan MRT, tarif parkir tinggi di badan jalan

2.    Pengendalian banjir

Normalisasi sungai ciliwung, Pesanggrahan, revitalisasi waduk (Pluit, Ria Rio, Tomang Barat,

3.       Perumahan rakyat dan penataan kampung

Perbaikan Rusun Marunda, pembangunan kampung deret di Tanah TInggi, Pembenahan kampung kumuh, relokasi permukiman di sekitar waduk Pluit, pembangunan rusunawa di Tambora,

4.       Pengembangan RTH

Menambah taman di Waduk Pluit, RIa Rio, mengembangkan 1000 taman interaktif di kelurahan

5.       Penataan PKL

PKL Tanah Abang, Pasar Gembrong, Pasar Minggu, Jatinegara, kawasan Kota

6.       Pengembangan pendidikan

Kartu Jakarta Pintar

7.       Pengembangan kesehatan

Kartu Jakarta Sehat, dokter keluarga

8.       Pengembangan budaya

PNS mengenakan baju betawi setiap rabu, pesta rakyat

9.    Pengembangan pelayanan publik

Mengubah desain tata ruang tempat pelayanan public, pembentukan RT,RW, dan KTP untuk warga Tanah Merah dan Kampung Beting, lelang jabatan birokrasi, merombak jajaran SKPD, publikasi APBD DKI Jakarta,

Sumber :Litbang Kompas/PUT/STI, diolah dari pemberitaan Kompas

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s