Di Antara Gelayut Kecewa – Sesendok Teh Emosi – dan Rangkaian Mimpi

Bergelayut kekecewaan ketika mendapat kabar tersebut. Dan sesendok teh emosi mulai tertuang. Aku yang bekerja dengan sepenuh hati hanya mendapat balasan ucapan terima kasih. Eh, bahkan itupun tak ada. Dua kata telah tercetak yang menandakan pekerjaanku tidak memuaskan.

Ah, tapi memang dunia tidak adil bukan? Ketidak-dilan ada dimana-mana… Klise….

Tapi ketika kekecewaan mulai menggelayutiku dan setakar emosi sudah mulai tertuang, aku masih berpegang pada prinsipku. Bagaimanapun di tengah gelayutan emosi dan sesendok teh emosi, aku masih mendapat segudang besar berkah dari Tuhan. Banyak…ya banyak….sampai mengalahkan gelayutan emosi dan takaran teh emosi.

Dua Kata ‘nilai’ tersebut bukanlah ukuran keberhasilan. Aku harus tetap berjuang, berjalan cepat, berlari, bahkan berlari keras untuk menggapai mimpiku. Mimpi menjadi….hhhmm planner (maybe). Hhhmmm…apapun itu…Mimpi untuk focus pada bidang planologi yang selama ini aku cintai dan sayangi.

Mimpi oh mimpi… kau harus bisa mengalahkan gelayutan kekecewaan dan sesendok teh emosi.

(Jakarta 080912, 20.30)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s