Gara-Gara Facebook

“Put, loe jangan kirim status apapun tentang thesis di Facebook gue ya. Tadi bos gue marah-marah gara-gara status Farah”. Isi sms Wahyu sempat membuat keningku berkerut. Jam 12.00 malam sms Cuma kirim sms ini? Sms yang rada aneh. Karena sudah malam, akhirnya kubiarkan sms itu.

Paginya dalam perjalanan ke Pangkalan Bun, aku menelpon Wahyu. ”Maksud smsmu tadi malam apa sih? Aku kan tidak pernah menulis koment apapun tentang thesis di wallmu. Paling Cuma say hai. Emang kenapa? Wahyu menjelaskan, bosnya marah besar ketika tanpa sengaja membaca komentar Farah mengenai thesis. Farah menulis pesan bahwa Wahyu harus segera menyelesaikan Thesis. Intinya memberi semangat.

Aku langsung tertawa mendengar penjelasan tersebut. Ini yang aneh siapa ya? Bos Wahyu atau Farah? Komentku ke Wahyu Cuma, “bos loe itu gak dewasa banget sih. Itu kan Cuma koment di Facebook”. Nah, timbul pertanyaan, apakah bos Wahyu tidak suka kalau ada anak buahnya yang kuliah lagi? Hehehehe…

Gara-gara Facebook (FB), Wahyu bisa panik ketakutan dipecat dari pekerjaannya. Hal yang mirip menimpa teman kuliahku yang lain, Farid. Ini juga gara-gara facebook. Sampai sekarang Farid belum bisa menyelesaikan kuliahnya karena kesibukan pekerjaan di kantor dan tema thesis yang terlalu complicated. Farid dengan sadar menuliskan status soal thesis di Facebooknya. Nah, pasti semua teman-teman dalam link Facebooknya spontan memberikan semangat dan saran. Ternyata ada cerita lain. Bos di kantornya juga kaget kalau Farid belum menyelesaikan kuliahnya dan mengetahui hal tersebut dari Facebook !

Hahaha…Facebook memang tengah happening. Semua orang dari berbagai golongan dan lapisan menggemari Facebook. Dari anak SD yang sudah mengerti internet – ABG – profesional – sampai ibu-ibu rumah tangga mabuk FB. Bahkan ada beberapa orang yang dengan sengaja mengumpulkan uang untuk membeli blackberry. Alasannya Cuma satu biar bisa mengupdate Facebooknya setiap saat. Bukan untuk mempermudah komunikasi.

Facebook menurutku memberi dampak positif dan negatif. Dampak negatifnya…yah seperti cerita Wahyu dan Farid yang dimarahi bos karena komentar-komentar di FB. Anehnya pimpinan mereka marah bukan karena mereka terlalu menggilai FB. Akan tetapi karena koment-koment yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.

Dampak yang lain, orang bisa anti-sosial, tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Pandangan dan pikiran mereka hanya tertuju pada Facebook. “Gimana ya Facebookkku, ada koment apa? Ada teman baru? Ada tag foto baru?” Padahal masih banyak hal-hal lain yang lebih penting yang bisa dipikirkan diluar hal-hal sepele tersebut.

Hhhmmm…aku pengikut Facebook, tapi bukan berarti aku ketagihan ya. Aku Cuma senang bisa berkomunikasi dengan teman-teman lama yang sudah beberapa tahun tidak pernah bertatap muka. Mereka-mereka tersebut dulu adalah teman-teman dekat saat sekolah, kuliah atau ketemu dalam suatu komunitas. Karena kesibukan, faktor jarak, aku terpisahkan dengan teman-teman tersebut. Senang juga mengetahui kabar baik mengenai mereka.

Nah, ada satu lagi dampak positif facebook bagiku. Setelah hampir 3 tahun tidak ada komunikasi, aku menemukan sahabat lamaku di Facebook. Dia..(sebut saja Ontea) dulu merupakan sahabat saat aku kuliah di Semarang. Tapi yang membuatku shock…dia lupa denganku. Dia menuliskan dalam bahasa Inggris bahwa dia lupa siapa diriku. Dia menanyakan siapa aku, mengapa ada dalam link Caesar dan Rahel. Ontea bercerita bahwa dia kena gangguan syaraf sejak September 2007. Ontea ingat bahwa dia lulus dari Plano Undip. Tapi dia hanya berhasil mengingat nama Dian, Diana, Ratih. Romi dan Imam pun berhasil diingat karena pernah ketemu beberapa bulan yang lalu. Ada pesan lain yang sebenarnya cukup aneh.

Hiks…tiga tahun menghilang ternyata dirimu amnesia. Sedih campur kecewa…dan sampai sekarang aku tidak percaya dengan yang aku alami..Benar gak seh Ontea amnesia atau dia pura-pura? Ah sudahlah.

Bagaimanapun Facebook telah membuatku bertemu dengan sahabat lamaku lagi. Dia masih ada meski semuanya telah berubah. Semoga dia sukses dengan pilihan hidupnya sekarang. Semoga dia tetap di jalan Tuhan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s