Hobi Baru:Memasak

Hampir satu setengah tahun aku tidak berkutat dengan bumbu-bumbu dapur, sayur-mayur segar, dan alat-alat masak. Sebulan setelah Yoke menikah dan pindah ke rumah kontrakan bersama suaminya, aku membuang semua bumbu-bumbu dapur yang sebagian sudah membusuk. Panci, wajan, rantang, ‘susruk’ untuk menggoreng aku biarkan tergeletak berdebu. Hanya sesekali panci aku gunakan untuk membuat indomie atau merebus air. Selain itu, yang lebih mencengangkan, tabung gas habis setelah setahun pemakaian!

Setelah Yoke pindah, aku jadi malas untuk memasak. Toh, karena tinggal sendiri, kalau memasak akan mubazir karena terlalu banyak. Apalagi waktuku tersita oleh pekerjaan, kuliah plus tugas-tugasnya. Saat weekend tiba, aku memilih untuk makan di restoran di mal ataupun di tempat lain. Saat itu, bersama Danis, tiap minggu aku mencoba makan di restoran-restoran yang menyajikan masakan-masakan aneh. Laci yang biasanya digunakan untuk tempat makanan selalu tampak kosong. Gantinya adalah sachet-sachet kopi dari berbagai macam merk dan sebungkus- dua bungkus indomie.

Tapi, sebulan belakangan ini, semuanya berubah. Hanya karena sebuah kulkas, aku mempunyai hobi baru, memasak. Mau gak mau, kulkas harus terisi dengan sayur, buah, telur, kecap, saos dan sebagainya. Kalau gak, kulkas hanya akan kujadikan pajangan saja.

Hari pertama kulkas difungsikan, aku mulai mencari resep-resep masakan sederhana di internet. Sekitar 6 buah resep berhasil aku dapatkan, seperti sup, tumis sayuran, cap jay, dan sayur asam. Sepulang kerja, aku mampir di supermarket untuk membeli sayur, buah, dan sebagainya untuk pengisi kulkas.

Esok harinya, dengan semangat aku mulai memasak. Tentu saja masakan sederhana yang cepat dibuat dan dijamin jadi. Setelah membaca dengan seksama resep tumis sayur, aku mulai memotong-motong bawang, bawang bombay, dan sayuran. Dan… sekitar 15 menit kemudian masakan tumisku jadi. Was-was aku coba masakanku. Yeah…berhasil…lumayan enak dan bisa dinikmati. Tentunya berkat bantuan saos tiram. Hihii…

Sebenarnya bukan kali pertama aku memasak. Saat aku masih tinggal serumah dengan Yoke dan Tanti, (terpaksa) jadi suka memasak. Bagaimana tidak, tiap malam sepulang kerja, Tanti mengajakku memasak. Entah masakan yang ribet sampai sederhana. Apalagi dulu, rumah kontrakanku sering dijadikan tempat ngumpul teman-teman. Lambat laun, aku bisa memasak juga, meski masih hanya menjadi tukang potong sayuran saja, belum berani untuk meramu bumbu-bumbu. Setiap sabtu pagi, bersama mbak Vera, kami bertiga belanja ke pasar untuk membeli sayur.

Kebiasaan itu terus berjalan sampai kami pindah kontrakan. Di lokasi baru, meski aku dan Tanti tidak serumah lagi, setiap sabtu pagi kegiatan belanja di pasar tetap terlaksana. Kali ini Yoke yang semangat untuk belajar memasak karena enam bulan lagi dia akan menikah. Berbagai buku masak dibelinya, sampai memenuhi lemari buku. Tiap sabtu dia mengajakku ikut memasak, dari masakan yang sulit sampai sederhana. Spaghetti dan brokoli goreng tepung menjadi andalan kami jika ada teman berkunjung. Kali ini aku tidak hanya menjadi tukang potong tapi sudah mulai berani untuk meracik bumbu-bumbu. Senang rasanya ketika berhasil memasak sayur asam. Padahal aku hanya iseng mencemplungkan berbagai macam bumbu ke dalam panci. Bahkan saat itu, masakan sayur asamku sempat dicicipi oleh teman Yoke yang berkunjung.

Sekarang, aku mencoba melanjutkan hobi memasak yang sempat vakum 1,5 tahun. Jadwal masaknya tidak lagi setiap sabtu. Akan tetapi tiap pulang kantor. Meski badan capai setelah seharian kerja, aku semangat memasak. Tentunya masakan tumis-tumis sayur yang cepat matang. Lumayan juga kegiatan memasak ini untuk menghilangkan stress dan kejenuhan bekerja.

Semakin senang ketika tante yang menginap di rumahku memuji masakanku. ”Masakanmu enak, Ti. Kamu mirip ibumu, bakat memasak.”. Hahaha…padahal yang dimakan tanteku cuma tumis kacang panjang campur daging asap.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s