Senyuman Manis di Hari Valentine

Pukul 7.30, tring…sms berbunyi. Dari balik selimut aku mencari HP untuk mengetahui siapa pengirim sms. Ternyata dari ibu. Katanya via sms “Selamat hari valentine. Semoga kasih Tuhan selalu menyertai kita. Kalau dapat coklat jangan lupa dikirim untuk Bebek ya”. Aku tersenyum kecil membaca sms itu. Sambil mengeliat di atas tempat tidur, aku balas sms itu,” Huh coklat dari sapa? Aku baru bangun neh.” Tanpa satupun ucapan balasan selamat valentine. (Hehehe…anak yang gak berbakti).

Entah kenapa, sejak dulu aku selalu tidak peduli dengan hari Valentine. Namun, dua tahun yang lalu, ada cerita tentang hari Valentine yang membuatku terharu. Pagi-pagi bapak sudah menyapaku dengan sms ucapan Valentine. Dalam hati aku tertawa, ”Orang tua ngerti juga tentang hari valentine ya.” Hehehe. Iseng-iseng kubalas, ”Selamat Valentine juga, pak. Mana neh coklatnya.” . Tak kusangka tak kudaga, beberapa hari kemudian aku mendapat kiriman sekotak coklat dari Semarang. Aku geli dengan kehadiran kotak ini, karena sebenarnya coklat dengan merk yang sama aku bisa membelinya sendiri di Supermarket. Yah tapi karena yang mengirim bapakku, artinya sangat berbeda. Coklat itu kubagi-bagi untuk seluruh teman di kantor.

Kembali ke cerita hari ini. Setelah menerima sms dari ibu, dengan cepat aku melupakan soal Valentine. Aku Cuma berpikir, supaya hujan cepat reda sehingga bisa ke kantor dan ke Dinas Pertamanan untuk mengambil data.

Di Kantor aku kembali ingat jika hari ini peringatan Valentine setelah membaca beberapa email di milis dan cerita-cerita Valentine di multiply. Tapi beberapa saat kemudian karena kesibukan dan aktivitas-aktivitas lain aku menjadi lupa.

Tapi…saat malam menjelang, aku terkesima dengan sebuah senyuman manis. Alamak…aku kembali teringat dengan senyum manisnya yang membuatku merasa melayang-layang di udara. Yah hari ini, dia bersikap baik padaku dan memberikan senyuman manis untukku. Oh…tiba-tiba aku teringat dengan hari Valentine.

NB: Senyum manismu memaksaku untuk melupakan sebuah kekecewaan yang mendadak datang di penghujung hari ini.

Catatan:

Bebek adalah sebutan untuk adik angkatku.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s