Suntikan Semangat dari Ikal, Arai dan Lintang

Seperti sebuah roda, hidupku menggelintir mengikuti bentuk roda. Kadang ada di atas. , kadang ada di bawah terinjak-injak. Kalau ada diatas, berarti aku merasa sangat enjoy, senang, gembira tiada tara. Intinya aku menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini. Jika putaran roda hidupku ada di bawah, aku benar-benar seperti sesuatu yang terinjak-injak dan sakit. Benar, saat itulah benar-benar menyiksaku. Aku sudah lupa dengan rasa syukur. Aku merasa menjadi orang yang kecil, sakit dan terkucil. Pelan-pelan air mata akan mengalir dari bola mataku.

Saat ada dibawah itulah, biasanya aku membutuhkan sesuatu atau seseorang yang bisa menolongku bangkit. Orang tualah yang paling berperan. Namun seiring dengan proses kedewasaan, peran orang tua tergantikan oleh teman dan sahabat. Akhir-akhir ini aku mencoba mengobati semua rasa sakit itu dengan pertolongan diriku sendiri. Aku malas dan takut merepotkan untuk meminta bantuan orang lain.

Meski bisa mengobati semua rasa kekecewaan yang ada, aku tetap membutuhkan bantuan media lain. Baik berupa buku, peristiwa, dan cerita-cerita orang. Kekuatan semua media tersebut sangat besar sehingga meembuatku merangkak naik menuju putaran puncak roda.

Peristiwa empat tahun yang lalu, benar-benar membuatku terpuruk. Hanya karena masalah pengkhianatan cinta, luka yang tertoreh sangat dalam dan membekas. Saran dan nasehat sahabat-sahabatku terus mengalir tiada henti. Namun tetap sulit untuk menyembuhkannya.

Namun, ajaib. Berkat sebuah buku kecil dan tipis aku berhasil bangkit lagi. Buku yang berjudul “The Art of Loving” itu berhasil membuatku tertawa lagi. Buku seri psikologi karangan Erich Form tersebut selalu kubawa ke mana-mana. Di kantor, menjelang tidur, bahkan saat naik angkot.

Dengan rajin aku baca setiap kalimat dalam buku tersebut. Aku garis-garis dengan pensil atau stabilo. Persis kalau aku baca buku untuk ujian. Kekuatannya benar-benar kuat. Meski setelah itu, tidak seratus persen isi buku itu aku ingat.

Jika suntikan pertama berupa buku, suntikan kedua dan ketiga adalah suatu kejadian. Kejadian yang sangat sederhana, tapi begitu menginspirasi hidupku. Membuatku mau bangkit, berubah, dan belajar lagi.

Kejadian banjir di Jember dua tahun yang lalu, menginspirasiku untuk sekolah lagi. Padahal sekolah lagiku membuatku trauma. Hehehe…Trauma ujian. Tapi entah kenapa semua trauma itu hilang dengan kejadian itu. Benar-benar gak masuk akal.

Suntikan ketiga, baru saja terjadi dua bulan yang lalu. Kali ini benar-benar peristiwa sederhana tetapi membuatku berani untuk jatuh cinta lagi. Peristiwanya …(off the record lah). Tidak perlu aku ceritakan. Biar aku dan diriku saja yang tahu. Hehehe.

Suntikan terakhir, terjadi kurang lebih dua minggu yang lalu. Gara-gara membaca buku Tetralogi Andrea Hirata, aku jadi bangkit dari semua keluh kesahku. Meski aku masih merasa takut, resah, gelisah, tetapi aku merasa tidak boleh berkeluh kesah lagi. Dalam buku itu dikisahkan perjuangan 10 anak miskin yang tinggal di pedalaman Pulau Belitung. Dengan segala keterbatasan biaya dan pendidikan, kesepuluh anak itu berhasil pada bidangnya masing-masing. Bukan berarti menjadi orang kaya. Akan tetapi berhasil dengan pilihan hidupnya sendiri.

Ketiga tokoh dalam buku itu: Arai, Lintang, dan Ikal benar-benar membuatku sedikit bersemangat. Meski merasa sendiri, resah, gelisah, takut, capai, sedih, aku tidak boleh mengeluh. Aku harus merasa bersyukur atas apa yang sudah aku dapat. Atas orang tua, teman, sahabat, dan saudara yang menyayangiku. Atas makanan yang aku dapat sehari. Atas…atas…atas segalanya lah.

Kali ini sebuah buku yang diceritakan sederhana berhasil memberi suntikan semangat untukku. Tidak ada lagi keluhan-keluhan menyebalkan. Tak ada tangisan.

Terima kasih…

Jakarta, 26 Oktober 2007, tengah malam yang dingin

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s