Dingin

Aku merasa dingin
Bukan karena merasakan dinginnya AC
Melainkan dingin sebuah perasaan.

Beberapa waktu yang lalu, aku telah memenangkan sejumlah “pertandingan” dan “pertempuran”.
Aku menjalaninya dengan sengit dan susah payah.
Setelah aku melalui semuanya, entah kenapa aku tidak merasa gembira.
Aku tidak bisa melonjak-lonjak dan menandak-nandak kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah hadiah ulang tahun.
Aku hanya bisa diam, tersenyum sendiri, dan tentu saja bersyukur pada Tuhan.

Bahkan saat “pertempuran” besar berhasil kulalui.
Aku tetap dingin.
Sekali lagi aku hanya bisa mengucapkan syukur pada Tuhan
Tersenyum, saat orang-orang di sekitarku memberikan selamat.

Dingin…
Aku memang sedang dingin…

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s