Sakit yang menyiksa

Napas bunyi, “ngik…ngik…grok…” mengiringi tidurku malam minggu lalu. Sebal sekali aku mendengar suara itu. Ingin sekali aku membungkamnya. Apa daya itu bukan suara orang lain. Itu suaraku sendiri. Aku mencoba untuk mengabaikannya dan berusaha tidur. Namun, tidak berhasil juga.

Malam itu, ada 10 kali aku bangun dari tempat tidur hanya sekedar untuk duduk, batuk-batuk berusaha mengeluarkan dahak, dan menarik panjang. Usahaku sia-sia. Aku mencoba untuk minum tablet bronsolvan. Akan tetapi anehnya, tablet andalanku yang bertugas untuk memperlebar bronchus tidak juga bekerja.
Aku berpikir, apakah obat batuk tablet yang diberikan dokter dari klinik Graha Medika itu tidak cocok dengan diriku? Sepertinya dahak ini membandel tidak mau keluar dari saluran pernapasanku. Aku bertekad besok pagi tidak akan meminumnya lagi. Aku mencoba beralih pada Bisolvon, obat batuk tablet yang biasa kuminum.

Kukuruyuk… kokok ayam sudah berbunyi tanda hari telah berganti. Gila…aku belum berhasil memejamkan mata dengan tenang. Padahal sebelum aku tidur, aku telah minum obat tidur CTM. Ckckckck….parah betul ya.
Sekitar pukul 5.30 dengan baju basah peluh keringat, aku mandi. Aku berharap dengan badan segar, aku bisa melanjutkan tidur lagi. Sebelumnya, aku sarapan dulu. Perutku sangat lapar, setelah semalam aku berjuang melawan batukku.

Namun, tetap saja mata ini tidak terpejam. Padahal, aku sudah mengganti tablet batuk dan flu dari dokter dengan neozep dan bisolvon. Biasanya setengah jam setelah minum neozep, rasa kantuk menyerang.
Sekejap mata ini menutup, tiba-tiba sms berbunyi. Ternyata Nurul teman Tanti meminta ijin untuk numpang tidur sepulang dari liputan. “Gila, beruntunglah Nurul bisa merasakan rasa kantuk, sebaliknya dengan diriku?” kataku dalam hati. Untuk sementara waktu HP kusilent. Aku masih berharap bisa meneruskan tidurku.

Saat itu, aku memang benar-benar telah tertidur. Tiba-tiba ada suara ketukan dari pintu depan. Terpaksa aku bangun dan membukakan pintu. Nurul sang pengetuk pintu, datang dengan tampang lusuh dan mengantuk. Setelah mempersilakan Nurul tidur di depan TV, aku melanjutkan tidurku. Sayang, aku tetap belum bisa melanjutkan tidurku. Sekarang, perutku tiba-tiba sakit. “What’s wrong with me?” tanyaku dalam hati.
Terpaksa aku pergi ke kamar mandi untuk buang air besar. Setelah itu, aku kembali segar. Tidak ada rasa kantuk sedikitpun. Gila…padahal yang kuharapkan adalah rasa kantuk. Untuk mengisi waktu, aku membaca-baca Kompas minggu. Hampir seluruh isi Kompas kubaca.

Hembusan angin dari kipas angin dan pintu belakang, membuatku mengantuk. Saat itu tidak kusia-siakan. Aku mengambil bantal dari dalam kamar dan memasangnya di depan TV. Sesaat akan memejamkan mata, acara TV, membuatku terjaga lagi. Yah, acara Tsunami Disaster Oprah Winfrey menyita perhatianku. Sayang, jika kulewatkan. Karena cukup bagus dan sempat membuatku menitikkan air mata. Lagi-lagi aku batal tidur.Akhirnya kuputuskan untuk menikmati saat-saat terjagaku.

Saat makan siang tiba. Meski aku tidak bernafsu makan, tawaran teman untuk beli soto kuiyakan juga. Untung aku masih bisa menikmati soto, meski tidak selahap seperti biasanya. Setelah makan siang, aku minum obat neozep dan bisolvon. Aku masih berharap rasa kantuk menyerang setelah aku minum obat flu itu.
Dan benar, sekitar setengah jam kemudian aku mulai mengantuk. Kebetulan sekali saat itu Yoke dan Nurul sudah meninggalkan rumah. Sehingga kondisi sepi membantuku untuk berkonsentrasi tidur.

Apa yang terjadi kemudian? Baru sekitar lima menit aku tidur. Tiba-tiba perutku terasa sangat sakit, seperti ada bekas luka. Disusul oleh rasa pegal-pegal di kedua kakiku. Ya ampun Tuhan…What’s wrong with me. Aku hanya bisa berdoa supaya Tuhan meredakan rasa sakitku. Hampir saja aku menelan ponstan untuk meredakan rasa sakitku itu. Untung aku ingat, bahwa aku lupa meminum obat untuk pegal-pegal dari dokter.

Alhasil, setelah minum obat itu, aku mulai tidur. Meski aku sempat bermimpi sedikit aneh. Seluruh badanku berkeringat dingin. Enak sekali bisa merasakan tidur yang hanya sekitar dua jam saja. Sekitar pukul 16.00 di tengah tidurku, tiba-tiba terdengar ketukan pintu. Karena masih dipengaruhi rasa kantuk yang hebat aku tidak menghiraukannya. Namun semakin lama ketukan itu semakin keras. Terpaksa aku bangun untuk menengok siapa sang pengetuk pintu.

Aku sempat mengintip dari balik pintu. Namun aku tetap tidak mengenalinya. Dugaanku pertama itu adalah pacar Wanti, teman Yoke. Setelah kubuka pintu, dan melihat sang pengetuk pintu, masih belum bisa mengenalinya. Untungnya dia segera menyapa dengan kata kunci dik Puti. Ya ampun. Aku baru ngeh dia adalah mas Nono, putranya Mbah Don. Benar-benar tidak menyangka kalau lelaki tinggi besar di depanku adalah Mas Nono. Wajahnya benar-benar beda dengan ingatanku dulu.
Itupun aku masih belum sepenuhnya bangun. Aku menjawab pertanyaan-pertanyaan dia dengan kacau. Untung dia memakluminya dan segera meninggalkan rumahku. Aku pun berjanji akan mengunjunginya di lain waktu.

Aku mencoba untuk melanjutkan tidurku. Namun, udara panas dan keringat dingin yang menyelimuti diriku, tetap saja menggagalkan usaha tidurku lagi. Kuputuskan untuk bangun dan menata baju untuk survei besok.
Sampai tulisan ini ditulis, aku masih berharap pada Tuhan untuk memberi tidur yang indah dan panjang malam ini. Aku butuh badan segar untuk acara besok pagi. Baru kali ini aku sakit flu sangat parah seperti ini. Mungkin ini peringatan Tuhan untukku supaya lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Hhhhm tapi memang sudah waktunya bagi diriku untuk sakit, kali ya. Daya tahan tubuhku sudah tidak kuat menahan bakteri dan virus yang mengelilingiku.

Cukup sekali aku merasakan penderitaan ini. Bagaimanapun tidur, rasa kantuk adalah sesuatu yang indah. Aku harus bisa mensyukuri jika rasa kantuk itu menyerang. Semoga penyakit ini tidak bertambah parah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s