so many colourful presents from God, family and friends…Bless me

birthday presents June 2017.jpg

Advertisements
Image | Posted on by | Leave a comment

Not Good Enough for You

Dua kali aku mendengar kalimat “Is not good enough for you” hari ini. Mendadak aku bertanya-tanya apa makna kalimat ini. Apakah sekadar tidak cocok? Kurang pas? Terlalu jelek? Atau Terlalu bagus? Tapi siapakah yang bisa menilai itu? Aku? Orang lain? Atau Tuhan?

Berawal dari percakapan singkat dengan seorang teman. “Dia baik, ramah, pintar, tulus. But it’s good enough for you….karena……bla…bla…. (sensor). RUpanya kalimat tujuh tahun yang lalu, muncul kembali hari ini.

Aku masih ingat pesan lama itu dan terus tertanam dalam hatiku. Aku mulai berpikir. Kenapa tidak cocok denganku menurut orang lain? Entah kenapa aku masih menuruti saran itu. Tapi memang lambat laun, aku melihat ada yang sesuatu yang tak cocok antara aku dan dia. Meski dia sudah membuatku kembali membuka hati, tapi tidak pantas untuk diperjuangkan lebih lanjut.

Namun, tiba-tiba ada perkataan revisi. “It’s not  good enough for you tidak mutlak ya”. Iya sih, tak ada sesuatu yang mutlak di dunia ini. Aku hanya bisa terus berharap, ada yang “good enough” for me…Entah dia, orang lain, atau orang lainnya lagi. Tuhan punya rencana lain untuk memilihkannya.

 

Kedua, seorang teman berhasil menjalin ikatan pertemanan. Namun, beberapa teman-temannya mengatakan, “yang cewek is good enough untuk yang cowok”. Seperti ada ketidakrelaan dari orang lain. Meski orang lain menganggap gak cocok, tapi mereka telah cocok. Bisa jadi Tuhan berkenan, atau Tuhan punya rencana lain. Cocok Cuma sebentar …kemudian pergi..atau cocok untuk selamanya.

Terkadang susah untuk tidak menghakimi hubungan orang lain, tidak ikut campur. Tapi bisa jadi mereka yang menghakimi dan ikut campur karena terlalu peduli dan sayang dengan kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jackpot from God

IMG_20170619_213200_338

Image | Posted on by | Leave a comment

Almost 40 and started to long journey

IMG_20170619_004746_646.jpg

Image | Posted on by | Leave a comment

DIA

Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu

Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta

Hati ini kembali temukan senyum yang hilang

SEmua itu karena dia

 

Oh Tuhanku ku cinta dia

Ku sayang dia, rindu dia, inginkan dia

Utuhkanlah rasa cintaku di hatiku

Hanya padanya, untuk dia

 

Jauh waktu berjalan kita lalui bersama

Betapa di setiap hari ku jatuh cinta padanya

Dicintai oleh dia ku merasa sempurna

Semua itu karena dia….

 

(By ANJI)

 

Ingin rasanya melantunkan lagu ini sekencang mungkin suatu hari nanti. Saat aku benar-benar bertemu Dia…. Laki-laki yang akan menjadi suamiku.

 

Tapi….

 

Rasanya hampir pesimis bisa menyanyikan lagu ini pada pria yang tepat.

Seumur hidupku, aku selalu keliru dan salah mendendangkan lagu ini pada beberapa pria. Baru beberapa lirik lagu, dia sudah pergi dan tidak pernah kembali lagi, bahkan menatapku.

 

Apa yang salah dengan diriku?

 

Suatu waktu, ada seorang pria yang menawarkan kasih…. Kasih persahabatan, bukan kasih pacaran ikatan antara pria dan wanita. Ragu-ragu menerimanya… tapi entah mengapa Tuhan menggerakkanku untuk menerima kasihnya. Dan aku ingin membuktikan bahwa antara pria dan wanita bisa bersahabat murni.

 

Persahabatan masa kuliah bisa kita jalani. Meski kemana-mana berdua tapi teman2 sekelas mengetahui bahwa kami bersahabat. Yah seperti umumnya persahabatan, kadang ada pertengkaran. Tapi aku bisa melewatinya..yah karena aku mengalah.  Sampai akhirnya timbul rasa ketergantungan diantara kami…Tapi toh…kami bisa tetap bersahabat tanpa ada bibit-bibit cinta kasih.

 

Akhirnya, persahabatan kami harus berakhir. Menyedihkan…. Bahkan lebih menyedihkan dibandingkan patah hati atau saat diputus pacar. Dia…sahabatku memilih meninggalkanku karena sudah tak pantas ‘mendampingi’ku… Dia merasa sudah terlalu ‘kotor’…Entah apa maksudnya…

 

Dan…. Putuslah kami….

Sekarang..meski terkadang mengobrol di social media, aku dan dia tak pernah lagi bertemu untuk sekadar mengobrol dan melepas kangen…Entah kenapa aku takut menghubungi dia kembali.

 

Waktu berjalan…

Suatu waktu, ada lagi seorang pria yang mulai menggoda-nggoda menawariku kasih. Itu terjadi setelah aku ‘gagal’ tiga kali menyanyikan lagu DIA.

Awalnya aku gak ‘ngeh’ kalau si pria bugis itu menggoda… Polos sekali aku melakoninya. Padahal orang-orang di sekelilingku sudah mengira kami pacaran…

 

Lambat laun aku mengerti… hampir saja aku meneriakkan lagu Dia kencang-kencang. Untung aku ingat,…gak mungkin..gak mungkin…. Dia berbeda agama dan suku….

Dan satu lagi..DIA ini tak layak diperjuangkan….Dia yang hanya memanfaatkanku saat kuliah.

 

Setelah itu, aku cukup berhati-hati menyenandungkan lagu ini.

Entah kapan yaa…bisa bernyanyi keras di resepsi pernikahanku

Make a wish….

Dia yang membuatku tersenyum lagi

Dia yang membuatku sempurna

Dia yang menerimaku apa adanya seperti aku menerima dia apa adanya juga.

 

 

H-14 before my date

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tour 3 Taman Jakarta

Awalnya cuma ide iseng mengunjungi RPTRA Kalijodo. Tapi siang itu, gak sengaja malah jadi tour kecil ke 3 taman di Jakut dan Jaksel.
Meski semua kunjungan dilakukan dengan angkutan umum, tapi dalam waktu 7 jam, empat tempat termasuk tempat makan siang terlampaui. Biaya trasportasinya pun gak sampai Rp 100 ribu. Perpindahan antar angkutan umum pun cukup nyaman. Juga dengan angkutan umum, cukup nyaman untuk sesaat tidur siang.

RPTRA Kalijodo
Berangkat dari Stasiun Rawa Buntu Pukul 9.00, turun di Stasiun Palmerah. Dilanjutkan dg naik angkutan online menuju Kalijodo.
RPTRA Kalijodo relatif masih panas. Jika kunjungan dilakukan siang hari, cukup terik. Namun siang itu, banyak pengunjung ingin menikmati RPTRA yang diresmikan 22 Februari yang lalu.
Fasilitas, playground, lapangan futsal, skatepark, tempat berteduh, kamar mandi, tempat PKL, serta parkir kendaraan.
Perjalanan dilanjutkan ke tempat makan siang di kawasan kota, menggunakan Bus pariwisata gratis dan turun di halte Tosari. Kemudian dilanjutkan dg Bus Transjakarta menuju kota.
Sedikit terjadi kesalahan teknis, membuat kami turun di halte Mangga Besar dan berganti angkot M08.

Setelah makan, terbersit ide untuk mengunjungi RPTRA lain di kawasan Jaksel. Dari sisi jarak cukup jauh dari kawasan kota ke Tebet, tapi setelah melihat google map, pilihan jatuh menggunakan moda KRL jurusan Jakarta Kota-Bogor dari Stasiun Kota .
Perjalanan berhenti di Tebet untuk singgah di RPTRA AKasia Tebet Barat Dalam.
Jarak dari Stasiun Tebet ke lokasi itu cukup jauh, dan akhirnya memutuskan untuk naik bajaj biru.

RPTRA Akasia
RPTRA ini CSR dari Tanoto Foundation. Tidak terlalu luas, tapi tersedia berbagai fasilitas seperti playground, lapangan futsal, lahan tanaman TOGA, dan bangunan kegiatan RPTRA.
Awalya cukup ragu dengan kegiatan RPTRA yang diresmikan Ahok 31 Oktober lalu. Tapi setelah ngobrol dengan pengurus RPTRA, kegiatannya cukup banyak dan bervariasi. Dari perpustakaan, PKK Mart yang menampung UKM warga sekitar, kursus mewarnai, bahasa inggris, serta menari, mengaji, bahkan beberapa kali menerima kunjungan dari TK di sekitar Tebet.

Perjalanan dilanjutkan ke Taman Honda Tebet yang jaraknya 600 meter dengan berjalan kaki.

Taman Honda Tebet
Taman yang cukup besar. Dialiri sungai kecil di tengahnya. Sore itu, taman cukup ramai dikunjungi warga dari berbagai usia dan kelas sosial.
Tampak berbagai komunitas berkumpul disitu seperti pesepeda dan Jakarta Backpacker. Anak2 bermain inlin skate dan berlari2an di taman. Beberapa pasangan tampak bercengkerama di pojok2 taman.
Sayang di ujung taman dekat dengan lapangan sepak bola bau sampah karena ada tumpukan sampah yang tidak terangkat.

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Harus segera kembali ke Serpong.
Perjalanan dilanjutkan dg naik mikrolet M34. Awalnya kami mengira angkot itu menuju Stasiun Cawang, tapi ternyata menuju Stasiun Kalibata.
Setelah sampai di Pancoran, kami memilih moda bus transjakarta yang akan membawa kami ke arah Slipi.
Dari Slipi, kami memilih berjalan kaki menuju ke Stasiun Palmerah.
Perjalanan berakhir pukul 18.00.
Capai tapi puas sudah melintasi utara dan selatan Jakarta dengan kendaraan umum

Biaya Transportasi :
KRL Rawa Buntu-Palmerah : 3000
Angkutan online : 35.000 plus bayar tol
Bus TJ Tosari-Sawa Besar : 3500
Angkot M08 : 3000
Angkot M08 menuju stasiun kota : 3000
KRL Kota- Tebet : 3500
Bajaj Stasiun Tebet – RPTRA Akasia : 15000
Angkot M34 menuju halte pancoran : 4000
Bus TJ menuju Slipi : 3.500
KRL Palmerah : Rawa Buntu : 3000

TOTAL : Rp 76.500

Tampaknya bisa dicoba untuk kunjungan ke taman lain di Jakarta

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KRL MALAM

Sudah pukul 22.00 lebih.

Wajah-wajah penumpang KRL tampak lelah, lesu dan mengantuk

Saat sudah mendapat tempat duduk, ada yang langsung menyandarkan kepala di kursi dan tertidur. Bahkan ada yang sampai lupa turun di stasiun tujuan karena mengira sudah tidur di kasur.

Ada juga yang menunduk sambil memainkan HP. Entah chatting, main game atau menonton film

Ada juga yang tekun membaca buku. Kalau yang ini pemandangan cukup langka.

Sebentar lagi sampai Rawa Buntu . Kantuk tak tertahan dan ingin segera menghempaskan badan ke kasur.

 

Dan… saking asyiknya menulis cerpen ini, hampir saja Rawa Buntu terlewati. Bergegas melompat dari tempat duduk dan berjalan cepat ke pintu kereta. Nah…tepat…3 detik setelah saya turun, pintu tertutup.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment